Judul: Sweet Misfortune : Cinta dalam Kue Ke(tidak)beruntungan
Penulis: Kevin Alan Milne
Penerjemah: Harisa Permatasari
Penyunting: Prisca Primasari
Penerbit: Qanita
Tahun: 2011
Hlm: 456
ISBN: 9786029225112
Harga: IDR 55000
Rated: 5/5
Sinopsis:
Sweet Misfortune:
Bagi Sophie Jones, kebahagiaan sama dengan sepotong cokelat: manis, tetapi cepat sekali meleleh dan hilang. Segala macam tragedi sepertinya telah ia alami: kehilangan orangtua, dicampakkan tunangan, dan lain sebagainya. Masa lalunya itu membuatnya percaya bahwa di dunia ini tidak ada kebahagiaan.
Dia pun menumpahkan kesedihannya dengan menjual Misfortune Cookies—kue-kue yang menyimpan secarik pesan ketidakberuntungan di dalamnya. Kue itu laku keras, dan dia merasa senang.
Di sela-sela itu, Garett Black, mantan tunangannya yang punya andil dalam semua penderitaannya, tiba-tiba muncul dan memohon untuk kembali padanya. Awalnya Sophie menolak mentah-mentah. Namun, ketika Garett terus memohon, Sophie mengajukan tantangan: Garett harus membuktikan bahwa kebahagiaan sejati memang ada. Bila dia berhasil, Sophie akan mempertimbangkan permintaannya. Akankah Garett berhasil? Dan dapatkah mereka kembali bersama?
Dia pun menumpahkan kesedihannya dengan menjual Misfortune Cookies—kue-kue yang menyimpan secarik pesan ketidakberuntungan di dalamnya. Kue itu laku keras, dan dia merasa senang.
Di sela-sela itu, Garett Black, mantan tunangannya yang punya andil dalam semua penderitaannya, tiba-tiba muncul dan memohon untuk kembali padanya. Awalnya Sophie menolak mentah-mentah. Namun, ketika Garett terus memohon, Sophie mengajukan tantangan: Garett harus membuktikan bahwa kebahagiaan sejati memang ada. Bila dia berhasil, Sophie akan mempertimbangkan permintaannya. Akankah Garett berhasil? Dan dapatkah mereka kembali bersama?
Some people are lucky in love.
Sophie menyalahkan dirinya sendiri atas kecelakaan tragis yang menimpa keluarganya. Seandainya ia tidak egois, seandainya ia tidak memaksa ayahnya untuk... Sophie akhirnya tumbuh menjadi wanita pahit yang percaya bahwa setiap kebahagiaan pasti tidak akan bisa bertahan lama.
Karena kepahitannya itu ia menjual Misfortune Cookies. Kue ke(tidak)beruntungan ini modelnya sama aja seperti kue keberuntungan itu loh, cuma isi kertasnya di ganti dengan ramalan kemalangan.
Hidupmu akan hancur berantakan dalam sekejap mata.
Jangan mengedip! ~p.213
Sukses terbesar yang kau miliki adalah bakat alami
untuk mengalami kegagalan. ~p.211
Sounds depressing, huh?
Tapi memang itu intinya. Karena menurut Sophie seseorang selalu memiliki bayangan palsu dalam meraih kebahagiaan, makanya harus ada yang mengingatkan pada realitas yang ada. Ide menciptakan Misfortune Cookies itu pun muncul setelah Garett memutuskan hubungan secara sepihak hanya dua minggu sebelum pernikahan mereka.
Ketika Garett ingin rujuk kembali, Sophie sudah berubah menjadi semakin pahit. Ia mau memberi kesempatan pada Garett asalkan pria itu bisa membuktikan bahwa benar-benar ada 100 orang yang memiliki kebahagiaan sejati yang bertahan lama. Maka Garett pun meletakkan iklan dalam surat kabar;
Dicari : KebahagiaanTolong bantu aku mencari sesuatu yang hilang dari hidupku. Kirim saran ke PO Box 3297, Tacoma, WA 98402 (Kumohon hanya kebahagiaan yang bertahan lama. Bukan yang hanya bertahan sementara)
Dan usaha Garett untuk meyakinkan Sophie kemudian yang membuka mata Sophie untuk mencari kebahagiaan. Kebahagiaan untuknya sendiri. Ia kemudian mulai mengorek kejadian 20 tahun lalu, di hari kecelakaan dulu terjadi.
Keseluruhan buku ini berbicara tentang takdir. Kemalangan seseorang bisa menjadi anugerah bagi orang lain. Misalnya, nasib buruk yang membuat Sophie kehilangan keluarganya adalah anugerah bagi Ellen yang tidak bisa memiliki anak karena ia akhirnya menjadi ibu angkat Sophie dan Evalynn (anak angkat yang lain).
Semua jalinan takdir dirangkai dan diceritakan dengan sangat indah oleh Kevin Alan Milne menjadi satu kesatuan yang manis. Ketika menutup buku ini saya baru sadar kalau judul buku 'Sweet Misfortune' bukan hanya sekedar judul 'pemanis' tapi menjadi istilah yang memaknai dengan tepat keseluruhan isi buku ini.
Di awal saya sempat mandeg bacanya karena tergusur bacaan lain, selain itu di bab awal ceritanya lumayan datar. Apalagi alurnya maju mundur. Saya sempat lost sebentar sebelum kemudian mulai 'ngeh'. Lebih karena saya yang nggak konsisten bacanya, bukan karena jalan ceritanya jelek.
Tetapi ketika sudah mulai membaca lagi, buku ini makin susah di lepas. Dan makin ke belakang, terkuaklah lapisan tabir misteri takdir para tokohnya. Makin mbrebes lah saya. Selain itu, makin lama makin dalam makna yang saya temukan.
Buku ini bukan buku romance biasa. Karena terlepas dari kisah romancenya, justru inti ceritanya ada pada takdir yang melibatkan mereka semua. Bahwa setiap orang harus menerima dirinya sendiri apa adanya sebelum bisa menerima orang lain. Bahwa hal tersulit adalah memaafkan diri sendiri. Bahwa semua orang berhak merasa bahagia.
Buku ini unforgettable deh pokoknya. Cocok dibaca siapa saja yang suka buku romance, terutama buku romance yang menguras air mata tanpa harus merasa terlalu mellow. Karena disini nggak ada yang mellow, cuma lebih ke pemaknaan hidup sehari-hari aja. Maka dari itu, buku ini pun akhirnya masuk rak buku favorit saya.
Buku ini unforgettable deh pokoknya. Cocok dibaca siapa saja yang suka buku romance, terutama buku romance yang menguras air mata tanpa harus merasa terlalu mellow. Karena disini nggak ada yang mellow, cuma lebih ke pemaknaan hidup sehari-hari aja. Maka dari itu, buku ini pun akhirnya masuk rak buku favorit saya.
Translate to your language
Diberdayakan oleh Blogger.