Heart of The Matter Review

Judul: Heart of The Matter (Di Antara Dua Hati)
Penulis: Emily Giffin
Penerjemah: Isthi P. Rahayu
Penyunting: FR Uli Haloho
Penerbit: Penerbit Esensi
Tahun: 2012
Hlm: 448
ISBN: 9789790998667
Harga: Buntelan dari Esensi
Sinopsis:
Heart of the Matter:   
Apakah sebuah pengkhianatan terhadap sumpah cinta yang disakralkan pantas diampuni?

Setiap orang yang menginginkan cinta, pastilah mendambakan kebahagiaan. Namun, bolehkah suatu sumpah sakral dikhianati karena salah satu pihak merasa tidak menemukan kebahagiaan? Lalu, bagaimana pula dengan seseorang yang mencari kebahagiaan cinta lewat pengkhianatan?

Tessa Russo adalah seorang istri dan ibu yang berjuang keras untuk mengurus rumah tangganya. Suaminya, Nick Russo, adalah seorang pria yang tampan dan terkenal sebagai ahli bedah yang andal. Situasi rumah tangga mereka sedang terasa tidak nyaman, begitu pula situasi mereka terhadap satu sama lain. Nick merasa tuntutan pekerjaan dan kewajibannya di rumah saling bertentangan, sedangkan Tessa berharap Nick akan berperan lebih banyak di dalam rumah tangga mereka.

Namun, pada suatu malam, sebuah kecelakaan membuat jalan hidup mereka bersimpangan dengan seorang wanita lain: Valerie Anderson. Ia adalah wanita kesepian dan orang tua tunggal bagi seorang anak yang tidak pernah mengenal ayahnya.

Sejak itu, kehidupan ketiga orang itu tidak lagi sama. Ada cinta yang diuji, ada sumpah yang dilanggar, dan ada aturan yang diabaikan. Namun, apakah cinta akan mengatasi segalanya? Kita kembalikan pada hakikatnya.

Tema perselingkuhan bukan tema favorit saya. Mungkin juga bukan tema favorit semua orang, kecuali orang yang mungkin tukang selingkuh. Apalagi ini buku yang menceritakan tema perselingkuhan pasangan suami istri yang sudah menikah selama bertahun-tahun. Duh, sakit banget pasti.. yah semua perselingkuhan itu selalu bikin sakit hati, tapi kalau dialami pasangan yang sudah menikah pasti lebih joss lagi kan sakitnya.

Banyak bagian yang saya nggak mengerti mengapa seseorang berselingkuh. Bosan, kah? Muak, kah? Atau emang sudah tidak cinta lagi? Oh, mungkin seseorang memang bisa mencintai dua orang secara bersamaan kayak kasusnya bella yang cinta sama Edward dan Jacob equally dalam New Moon. Yang mana pun, berat bagi saya untuk mencerna seluruh kisah buku ini. Bukan karena Di Antara Dua Hati jalan ceritanya jelek, malah menurut saya Emily Giffin justru piawai sekali menjalin cerita bertema ini sampai saya ikutan sebel. Yah, belakangan saya baru sadar kalau saya pernah nonton adaptasi film dari buku Emily Giffin yang berjudul Something Borrowed (di bintangi Ginnifer Goodwin, Kate Hudson) dan saya pun benci dengan filmnya. Bukan benci karena filmnya jelek, tapi benci dengan tema yang diusung. Coba tebak: perselingkuhan.

Emang saya yang nggak tahan dengan temanya sih ya. Yang jelas saya ikut simpati dengan ketiga karakter tersebut. Saya kasihan dengan Tessa, seorang istri ibu rumah tangga berdedikasi tapi masih aja suaminya selingkuh dengan orang lain. Dilain pihak saya juga mengerti kenapa Nick sampai tergugah dengan wanita lain, mungkin karena tekanan pekerjaan dan kehidupan rumah tangga yang monoton. Sedangkan Valerie ibu tunggal yang tidak pernah merasakan cinta dari lelaki.

Tapi disisi lain saya benci dengan mereka bertiga karena Tessa kok mau-maunya sih menyerah menggapai impiannya sebagai wanita karir demi kehidupan rumah tangga dan akhirnya dia diselingkuhi juga. Saya benci karena Tessa tidak tetap berpegang teguh pada prinsip untuk menjadi wanita mandiri. Sedangkan Nick, di satu sisi hidupnya sempurna lho, tapi kok masih merasa kurang sampai tergoda wanita lain dan btw, dia sendiri yang berinisiatif duluan dalam perselingkuhan itu. Sedangkan Valerie awalnya dia berusaha menahan diri sekuat tenaga untuk tidak tergoda karena dia tahu kalau Nick sudah punya anak istri tapi akhirnya menyerah juga. Jadi saya ngerasa mereka bertiga punya andil dalam proses ini sehingga menyebabkan terjadinya perselingkuhan. Huh, kesal deh. 

Kenapa ya kehidupan pernikahan itu bisa jadi kehidupan yang monoton sampai salah satu dari pasangan tergoda untuk berselingkuh. Apa yang salah? Tidak saling menjaga bara apicinta? tsah. Butuh debaran dan ketegangan yang muncul akibat main kucing-kucingan? eaa. Atau sudah terjebak rutinitas rumah tangga yang membosankan jadinya butuh hiburan lain? Well, pertanyaan-pertanyaan yang muncul itu mungkin karena saya emang belum pengalaman (yaiyalaaa kan saya macih kecil)

Anyway, mungkin saya perlu menikah dulu supaya bisa lebih mengerti  kerumitan ranah rumah tangga seperti Tessa-Nick-Valerie ini kali yaaa~ but, buat yang sudah berumah tangga mungkin bisa lebih relate dengan tema ini, atau mungkin yang emang dari sononya emang sudah lebih dewasa dalam menyikapi topik ini saya rekomendasikan Di Antara Dua Hati untuk kalian.

Leave A Comment

Translate to your language

Diberdayakan oleh Blogger.